Sabtu, 08 Oktober 2022 – 10:00 WIB
admin website Himsika

 Akhir-akhir ini orang banyak yang membahas hacker yang bernama Bjorka yang melakukan peretasan kepada beberapa institusi negara untuk melihat data-data pribadi dari beberapa petinggi negara dan politisi dan juga memperjual belikan data-data masayarakat Indonesia untuk disalah gunakan. Bjorka sendiri mengungkapkan bahwa alasan dia meretas instansi negara dan membocorkan data-data pribadi petinggi negara, politisi dan juga masyarakat Indonesia hanya untuk menunjukkan betapa mudahnya untuk masuk ke berbagai pintu, karena kebijakan yang pemerintah buat atas perlindungan data sangat buruk, dan juga hanya sebatas rasa pertemanannya terhadap seorang Indonesia di negaranya.

 “I have a good indonesian friend in warsaw, and he told me a lot about how messed up indonesia is, i did this for him (Saya punya teman orang indonesia yang baik di warsawa, dan dia bercerita banyak tentang betapa kacaunya indonesia. aku melakukan ini untuknya),” terang Bjorka melalui tweet yang dia lakukan pada Sabtu malam (10/9/2022).

 Atas kejadian ini dua instansi pemerintahan sempat saling lempar tanggung jawab yaitu antara KEMKOMINFO dan BSSN.

 “Ingin kami sampaikan, di bawah PP (Peraturan Pemerintah) 71 Tahun 2019, terhadap semua serangan siber, leading sector, dan domain penting tugas pokok dan fungsi, bukan (tanggung jawab) di Kominfo.” ujar Plate, Rabu (7/9/2022) dikutip dari Tribunnews.com.

“Kominfo hanya bisa bekerja di payung hukum yang tersedia dan aturan yang tersedia, tidak bisa bekerja melampaui kewenangan, apalagi menabrak tupoksi lembaga atau institusi lainnya,” jelas Plate.

 Sementara itu Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra mengatakan keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak.

 “Kami menegaskan bahwa keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama, untuk itu, BSSN memberikan dukungan teknis dan meminta seluruh PSE untuk memastikan keamanan Sistem Elektronik di lingkungan masing-masing sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik yang menyatakan bahwa “Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus menyelenggarakan Sistem Elektronik secara andal dan aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya Sistem Elektronik sebagaimana mestinya,” kata Ariandi Putra , Sabtu (10/9/2022) dikutip dari Tribunnews.com.

 Ditengah maraknya kasus kebocoran data ditengah-tengah masyarakat belakangan ini maka sebaiknya kita sebagai pengguna dunia digital atau yang sering berselancar di dunia digital bisa lebih pintar dalam mempergunakan atau membagikan data pribadi kita di dunia digital agar paling tidak kita bisa meminimalisir kebocoran data pribadi kita di dunia digital.

 Maka dari itu kali ini admin Himsika ingin membagikan beberapa tips untuk bisa tetap aman di dunia digital dengan beberapa hal berikut.

1. Buatlah password akun yang sulit ditebak

 Beberapa pintu masuk pencurian data dan membuka akses data pribadi adalah menggunakan nama pengguna dan password atau kata sandi. Banyak dari kita  yang membuat password semudah mungkin sehingga dapat ditebak orang lain. Biasanya, hal ini dilakukan karena khawatir akan lupa dengan password yang dibuatnya. Alasan paling banyak saat seseorang membuat password adalah memilih untuk membuat password yang sama dengan nama pengguna, tanggal lahir, nama anak, ataupun tanggal jadian dengan dirinya. Salah satu cara melindungi data pribadi yang paling populer yaitu membuat password yang unik dengan kombinasi karakter, huruf, dan tanda baca, yang sulit ditebak oleh orang lain. Jika memang khawatir akan melupakan password tersebut kamu dapat mencatat password di tempat lain tanpa memberi keterangan bahwa itu adalah password. Jangan lupa juga untuk sering mengganti password mu secara berkala.

2. Gunakan Verifikasi Dua Langkah (2FA)

 Jika memang memungkinkan, pilih proteksi ganda terhadap informasi data pribadi yang Anda berikan. Verifikasi dua langkah atau Two-factor authentication (2FA) yang ditawarkan pihak aplikasi maupun PSTE merupakan salah satu cara melindungi data, anda bisa menggunakan cara verifikasi dua langkah dengan kode OTP melalui SMS, Aplikasi Authenticator, dan Email atau juga menggunakan verifikasi kode OTP dengan voice call yang saat ini beberapa aplikasi e-wallet atau e-comerce sediakan. Jangan lupa juga untuk terus menjaga kode OTP tersebut. Jangan pernah memberitahukan kode OTP kepada siapapun karena biasanya kode OTP diberikan secara personal. Sekalipun itu merupakan karyawan dari aplikasi yang bersangkutan, Anda dilarang keras untuk memberitahukan kode OTP yang Anda dapatkan.

3. Jauhi Tautan dan Iklan Phising

 Kita pasti sudah pernah menjumpai informasi bohong yang dikirimkan orang lain ke grup-grup obrolan ataupun iklan yang berisi ajakan yang menggiurkan tapi sering kali dalam informasi atau iklan tersebut terdapat ajakan untuk klik tautan yang tercantum, seperti ajakan mengisi formulir untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun situs yang disertakan bukan milik pemerintah. Maka untuk menghindari kebocoran data pribadi, sebaiknya kamu berhati-hati untuk klik berbagai tautan yang belum dipastikan keamanannya. Waspadai tautan phising yang dapat mencuri data pribadi di dalam smartphone maupun perangkat komputer yang anda gunakan. Selalu periksa apakah tautan tersebut menuju ke website yang memiliki sistem keamanan yang terjamin dan website yang memang sudah terpercaya dan terverifikasi oleh perusahaan atau instansi pemerintah terkait.

4. Bersihkan Cookies Dengan Berkala

 Cookies bukannya yang bahasa inggris dari kue ya, cookies sendiri dalam internet atau dunia computer merupakan file teks kecil yang disimpan di dalam divice anda. Cookies juga berisi sedikit informasi yang terkait dengan penjelajahan web dan device yang anda gunakan. Situs yang anda junjungi biasanya menggunakan cookies untuk membuatmu tetap masuk di situs tersebut. Di sisi yang lain, cookies memang mempurmudah aktivitas anda. Namun, cookies juga sebenarnya bisa melacak aktivitas device anda.

 Itulah tips yang bisa admin Himsika bagikan mengenai perlindungan data pribadi dalam dunia digital, memang terlihat sedikit sulit dilakukan oleh orang yang tidak terlalu mengenal dunia teknologi, namun hal tersebut penting untuk diingat dan dipelajari agar data pribadi anda tidak tersebar luas dan bahkan dipergunakan tanpa persetujuan anda dan tak semestinya. Tetaplah waspada di dunia digital walau instansi terkait mengatakan data pribadi anda aman, karena jika data-data pribadi anda sudah tersebar maka disitulah waktunya instansi terkait lempar-lemparan tanggung jawab.

Himpunan Sistem Informasi

Universitas Singaperbangsa Karawang