Jum’at, 7 November 2025 – 10.00 WIB
Admin Web Himsika

Judul Artikel

Navigasi Karir Lulusan Sistem Informasi: Dua Mahasiswa, Dua Perspektif

Mahasiswa Sistem Informasi angkatan 2022, Ariel Syahwal dan Muhammad Rizky Saputra, kini telah mendahului rekan-rekan seangkatan mereka dalam menapaki dunia profesional, memanfaatkan ilmu yang didapat di bangku kuliah untuk bertransformasi cepat menjadi praktisi di berbagai bidang teknologi informasi. Bagaimana keduanya berhasil menyeimbangkan kuliah dan karier, mengapa mereka menekankan pentingnya pengalaman di luar kampus, dan apa saja kiat sukses yang mereka bagikan, menjadi sorotan utama dalam persiapan menghadapi ketatnya persaingan industri.

Jalur yang ditempuh Ariel dan Rizky untuk mendapatkan kesempatan kerja menunjukkan pentingnya jaringan profesional. Ariel, yang saat ini berperan sebagai Analyst di Kementerian Koperasi dan Duta di Bursa Efek Indonesia, mendapat kepercayaan karena performa magang yang baik sejak semester lima dan relasi yang kuat. Pengalaman dan kinerja apiknya membuahkan panggilan langsung untuk menyukseskan program digitalisasi pemerintah. Sementara itu, Rizky, yang sedang magang di departemen Management Information System (MIS) perusahaan otomotif, justru mendapatkan posisi dari limpahan peluang seorang teman. Dari pengalaman ini, Rizky menyadari kekeliruan umum mahasiswa yang terlalu fokus pada satu posisi (seperti Web Developer) dan menyarankan agar calon pelamar lebih fleksibel dengan menyiapkan CV yang general agar dapat menjangkau lebih banyak posisi IT yang relevan.

Keduanya sepakat bahwa ilmu dari jurusan Sistem Informasi sangat relevan dengan kebutuhan industri, namun dengan fokus berbeda. Ariel menilai relevansi kuliah mencapai 80%, terutama karena membantu membentuk etika profesional dan pengetahuan dasar sebelum melangkah ke level yang lebih serius. Sejalan dengan perannya di MIS, Rizky berpendapat bahwa yang paling esensial adalah kemampuan analisis data dan pengelolaan basis data, yang menjadi fondasi utama di bidangnya. Tantangan terbesar, menurut Ariel, bukanlah dari luar, melainkan bagaimana memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk terus berkembang.

Baik Ariel maupun Rizky menekankan bahwa soft skill tidak kalah penting dari kemampuan teknis. Rizky menyoroti pentingnya kemampuan berbicara di depan umum, berpikir kritis, dan kepemimpinan sebagai keterampilan dasar yang harus diasah untuk wawancara dan interaksi kerja. Selain itu, kemampuan berkomunikasi dan etika profesi yang ditekankan Ariel, bersama dengan perluasan relasi yang luas, menjadi modal esensial di lingkungan kerja.

Melihat prospek karier, Ariel cenderung melihat posisi dengan permintaan pasar yang tinggi dan realistis, seperti Digital Marketing, Data Scientist, dan berbagai peran Programmer atau Analyst. Sebaliknya, Rizky melihat potensi besar pada bidang yang baru dan minim pesaing, seperti Web 3.0 Developer, sebuah peran yang sangat menjanjikan seiring berkembangnya teknologi blockchain dan smart contract. Ia juga merekomendasikan peran non-coding seperti System Analyst atau Project Manager bagi lulusan yang memiliki kemampuan nalar dan analisis yang kuat.

Sebagai penutup, kedua profesional muda ini mendorong mahasiswa untuk segera aktif dan berani mengambil resiko. Rizky memberikan pesan tegas agar mahasiswa tidak menyia-nyiakan empat tahun kuliah hanya untuk masuk kelas, melainkan harus dipakai untuk magang, membangun portofolio, dan mencari sertifikasi tambahan sebagai bukti nyata kemampuan. Senada dengan hal tersebut, Ariel meyakini bahwa masa kuliah adalah waktu terbaik untuk berani salah dan gagal, karena kesalahan di dunia profesional akan menghasilkan pembelajaran, bukan kegagalan yang fatal. Keduanya menyimpulkan bahwa kunci kesiapan adalah memperbanyak relasi, aktif sejak semester awal, dan terus meningkatkan nilai diri agar siap bersaing di dunia profesional.

narasumber: Muhammad Rizky Saputra, Ariel Syahwal

 

Himpunan Sistem Informasi

Universitas Singaperbangsa Karawang